Sabtu, 27 Agustus 2011

Amar ma'ruf nahi munkar, teman

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tebak apa tema postingan saya kali ini?

Well, lets have a serious edition at this time. Karena sebentar lg Ramadhan selesai. Hati ini campur aduk perasannya, Senang karena akan datang Hari raya Idul Fitri, sedih karena merasa bulan ini saya lalui dengan sia-sia, kurang serius dalam mendalami arti bulan ramadhan , its about progres atau regres. Kalo dalam bahasa inggrisnya , ada quote , kali ini ada kalimat yang menjadi motivasi saya dan kebetulan kalimat ini muncul tiap saya membuka alqur'an dan hadist-nya beberapa hari terakhir ini. Kita bercermin, yuk, sebentar:)

"Amar ma'ruf nahi munkar"

artinya;
menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk

Dalam surat At taubah ayah 71
tersirat serta tersurat kalimat tersebut, berikut tafsiran ayat lengkapnya,
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Dan juga terdapat pada surat Luqman ayah 17

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

Amar Ma'ruf Nahi Munkar dilakukan sesuai kemampuan. Yaitu dengan tangan/kekuasaan jika dia adalah penguasa/punya jabatan. Dengan lisan/tulisan jika dia adalah jurnalis atau intelektual. Atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada. Ini adalah selemah-lemah iman (Hadits
)

Pandangan saya:

Amar Ma'ruf Nahi munkar, yup, cara termudah dalam menjalankan tugas kta sbg khalifah dimuka bumi ini.
Pribadi, saya jg merasa kurang dalam hal memberi contoh yang baik kepada sesama, adakalanya sebagai manusia sayapun terusik hati entah sengaja maupun tidak sengaja untk mlakukan hal yang dilarang.
Jangan pesimis, teman.There still a chance Karena sekali lagi, jalan menuju surga itu tidak hanya datang dari "malaikat berjubah manusia" it depends on what we thinking of . So, Walau kita merasa kita belum menjalankan kewajiban kita dgn sempurna sbg manusia pada umumnya, kita memiliki hak untuk saling mengingatkan manusia lainnya.

Dengan cara apa?

Cara apapun, sesuai kemampuan, entah itu kritik atau sekedar nasihat yang diselipkan didalam obrolan ringan. Tapi, Kritik pun tentunya yang membangun (konstruktif) dalam artian tidak negatif :) Jangan pernah beranggapan bahwa ketika kita Amar ma'ruf nahi munkar, kita akan terlihat "sok". Just ignore it. Untuk berbuat baik itu tiada batasnya. Hanya Allah SWT , Ya Basir . yang tahu niatan kita dalam melakukan sesuatu.

SO, jangan pernah patah semangat untuk berdakwah, gak harus seperti Pak ustadz bersorban dan berkalung tasbih, lakukan sesuai dengan kemampuan, sesuai pengetahuan, dan straight to the point:)

Jazakallah Khayr.

Wassalam.


0 komentar: